Sumber : https://www.facebook.com/gramediastore/photos/a.187158490233.268257.106462695233/10157149797570234/?type=3&theater
Gambar ini, memberikan sebuah cerita yang sangat panjang sekali. Berawal dari sebuah informasi tentang adanya perlombaan Gramedia Inovation Challenge (GRAPIC) 2016 yang saya tahu entah dari mana sumbernya, kemudian saya tertarik untuk mengikutinya. Waktu itu saya mulai mencari ide untuk mengikuti perlombaan ini, hingga akhirnya tercetuslah ide yang bisa diikutsertakan di perlombaan ini. Ide muncul dari inspirasi pekerjaan saya di Pasaraya Departemen Store Blok M. Masih belum berani untuk ikut sendirian di perlombaan ini, saya mulai mencari teman untuk mengikuti perlombaan ini. Dua sampai tiga orang mungkin juga lebih teman yang saya ajak tidak ada yang mengiyakan dan menyanggupankan ajakan saya. Waktu itu H-5 sebelum ditutupnya seleksi pertama GRAPIC 2016 ada teman yang saya ajak dan mengatakan "Sudah tidak keburu, tidak mungkin ikut GRAPI 2016". Begitulah kira-kira ucapannya. Hingga akhirnya saya mengambil jalan sendiri yang kemudian dibantu oleh junior Multi Talenta Savudan Sihombing. Dengan bantuan Savudan yang membuat gambar tiga dimensi ide produk saya, kemudian saya lanjutkan dengan membuat presentasi board akhirnya hari H penutupan saya mengirim ide produk saya di GRAPIC 2016. Saat itu ternyata pendaftaran tahap pertama GRAPIC 2016 diundur, tapi tak apalah toh saya juga sudah mengirim presentasi board saya.
Akhirnya pengumuman 100 besar pun keluar, email dari panitia masuk ke email saya. Semula saya berpikir diundurnya pendaftaran tahap pertama GRAPIC 2016 dikarenakan sedikitnya peserta yang mendaftar namun ternyata mungkin panitia punya alasan lain mengundur waktu penutupan pendafataran. Betapa terkejutnya ketika email dari panitia mengatakan bahwa saya lolos sebagai salah satu peserta 100 besar yang terpilih dari 884 peserta atau produk yang mendaftar di GRAPIC 2016. Jumlah yang sangat fantastis!
Hingga suatu kali ada salah satu peserta yang menajak peserta 100 besar lainnya membentuk suatu group obrolan di aplikasi mobile. Group ini berjudul "100 Inovator GRAPIC 2016". Group ini membuat aplikasi chatting saya lebih berbobot terlihat. Hahaha. Orang-orang yang humble, seru, gokil, dan penuh semnagat serta positif thingkingnya sangat terasa di group ini.
Kemudian waktu yang cukup panjang untuk mempersiapkan diri ke tahap selanjutnya yakni pengumpulan prototype di tanggal 31 Juli sedikit membuat saya terlalu santai. Hehehe (Jangan dicontoh ya). Hingga akhirnya saya agak kelabakan juga ketika mengajukan pembuatan prototype ke pengrajin kayu yang ternyata membutuhkan waktu yang lama karena terbentrok dengan hari raya Idul Fitri. Tapi untungnya semua masih bisa dikerjakan walau harus dikejar deadline. Ditengah-tengah pengerjaan prototype, ada pergumulan yang terjadi yakni Lolosnya saya juga di 131 peserta National Camp GMB 2016. Acara hari H National Camp GMB2016 sedikit memotong waktu persiapan prototype produk saya. Tapi saya berkelakar, jika tak ikut Camp GMB maka saya juga tak akan menyelesaikan prototype produk saya. Ini unutk memotivasi saya tetap mengikuti camp, karena menjadi bagian dari GMB juga merupakan bagian dari mimpi saya.
Kendala pembuatan prototype tak berhenti sampai disitu meskipun sudah selesai dan saya kirim ke panitia, dana yang sangat minim membuat saya sedikit kekeringan di bulan setelahnya . Hingga akhirnya saya mencoba menawari teman-teman untuk menjadi sponsor dengan ketentuan jika lolos 10 besar uang yang diberikan kepada saya, saya ganti dua kali lipat, jika tidak lolos saya hanya ganti 50% saja. Tapi, tak ada yang mau jadi sponsor. Hahaha. Kemudian saya tawarkan ke saudara saya dan lumayanlah mendapat sebagian dana dari seluruh dana yang saya keluarkan untuk prototype.
Bagaimana kemudian campur tangan Tuhan? Mungkin cerita diatas belum terlalu menggambarkan.
Waktu itu, hari minggu tanggal 1 Agustus 2016, saya merasakan dorongan untuk melakukan perubahan dalam hidup saya. Firman Tuhan pada waktu itu menyadarkan saya untuk memiliki karakter seperti manusia baru sejati. Dan saat itu juga saya memutuskan untuk berpuasa. Puasa Kristen yang saya tahu dari tulisan kak Tika Anggreani Purba lah yang saya lakukan. Satu minggu sampai tanggal 8 Agustus saya berpuasa, saya menyerahkan kepada Tuhan tentang pengharapan saya di GRAPIC 2016. Puasa yang baru pertama kali saya lakukan ini, memang tidak banyak halangan tapi cukup membuat saya berkaca bahwa ada pengorbanan yang harus saya lakukan untuk membuktikan betapa besarnya pengharapan yang saya miliki kepada Tuhan. Di dua terakhir cobaan cukup berat untuk membatalkan puasa, bagaimana tidak godaan traktiran teman datang di. Hahaha. Saya berusaha untuk taat dalam HPDT saya dalam satu minggu itu dan mejaga setiap HPDS yang ada. Saya sangat berharap terlebih lagi dengan kebutuhan uang yang sedang sangat dibutuhkan. Hingga akhirnya hari selasa ini, saya selalu memperhatikan dengan sigap setiap gemetar yang terjdi di handphone saya. Dan benarlah tibanya saat pengumuman itu datang dan menyatakan saya lolos 10 besar GRAPIC 2016. Rasa syukur yang tak terhingga kusampaikan atas berkat Tuhan, atas pegertian Tuhan, atas jawaban Tuhan, dan atas kebiakan Tuhan.
Tulisan Semangat ini juga bukan hanya untuk berbagi kesaksian saya, tapi juga berbagi bahwa kompetisi belum berakhir. Kemenangan bisa diperoleh dimanapun. Pandanglah setiap kesempatan yang ada dan manfaatkan. Berserahlah penuh kepada Tuhan dan jangan bersandar pada kemampuan sendiri. Kalah menang urusan belakangan, pengalaman adalah harta yang lebih berharga dari sebuah kemenangan. Menang dari keputusasaan, egoisme, dan keangkuhan adalah kemenangan sejati.
Terimakasih yang sebesar-besarnya juga saya sampaikan kepada Gramedia atas kesempatan yang diberikan. Sampai bertemu di tanggal 29 Agustus 2016.
Salam...
Inovator Amatir
Edgard Lam Martua

Tidak ada komentar:
Posting Komentar