Oke gan, ane sekarang lagi di Restoran Ayam Goreng ternama di Indonesia. Restoran yang selalu memanjakan konsumennya dengan diskon-diskon atau paket makanan yang murah habis. Gue gatahu kenapa gue bisa seneng banget sama rasa ayam goreng disini. Kayanya memang ada bumbu yang khas banget yang diracik untuk membuat gue jatuh cinta sama ayam goreng di restoran ini. Kalo berdasarkan iklannya sih, ada 11 bumbu rahasia.
Gak penting sih tentang restoran ini, tapi yang penting sekarang gue lagi berusaha untuk menyelesaikan kewajiban gue sebagai anak baik yang berbakti kepada orang tua. Hahaha. Gue ke restoran ini bela-belain dari kostan dengan dalih untuk mendapatkan wangsit untuk mencerahkan otak gue dalam mengerjakan Script Sheet.
Kalian tahu lah Script Sheet itu apa kan? Sesuatu yang sifatnya sangat misterius dikalangan para pelajar. Karena para pelajar memang belum kenal sama mahkluk yang berupa kumpulan data-data satu ini. Nah, Script Sheet menjadi misterius ikalangan para intelektual muda untuk menyelesaikan satu masa hidupnya yang sangat berat. Masa-masa penuh gonjang-ganjing membuat perjalanan studi para intelektual menjadi sangat seru dan luar biasa. Belum tuntutan dari para intelektual tua untuk berani turun ke jalan menyuarakan kebijakan pemerintah yang luar biasa "baik"nya bagi rakyat. Dengan perjalanan yang sudah begitu rumitnya dalam belajar, di akhir masa-masa studinya intelektual muda kemudian masih harus bertarung dengan yang namanya Script Sheet.
Seperti yang gue alami saat ini.
Tapi angin segar sepertinya akan dirasakan oleh para intelektual muda selanjutnya, dimana pemerintah sedang merancang program agar para intelektual muda tidak lagi mengerjakan Script Sheet di akhir masa studinya. Katanya sih, intelektual muda selanjutnya hanya perlu melakukan studi di Perusahaan yang menunjang pendidikannya. Gak tahu lah gimana pastinya, tapi gue sih yakin 100% kalo Script Sheet dihilangkan dari para hadapan intelektual muda, maka intelektual muda akan turun ke jalan dan menyanjung Pemerintah. Hahahaha
Okelah, sebenernya gue nulis ini sebagai selingan untuk memacu adrenalin kemampuan bahasa gue atau kemampuan menulis gue. Karena percaya atau enggak kemampuan menulis lo sangat berguna untuk mengerjakan Script Sheet apalagi kemampuan lo dalam edit mengedit. Hahahaha
Selamat malam semuanya....
Rabu, 24 Juni 2015
Minggu, 21 Juni 2015
Donorkanlah Darahmu!!!
Oke, akhirnya gue menulis ajakan untuk donor darah juga, setelah 1 bulan blog ini menjadi tempat berkumpulnya jaring laba-laba spiderman. Hahaha
Sebelumnya gue mau menceritakan sebuah kisah yang sangat kebetulan namun gue mengartikannya sebagai sebuah kejadian yang telah direncanakan Tuhan bagi gue untuk dapat menjadi sebagian kisah hidup gue yang bisa kujadikan sebagai sebuah kesaksian.
Bermula di suatu malam pada bulan November (gue lupa tepatnya tanggal berapa) teman gue menanyakank tentang seseorang yang memiliki golongan darah O. Gue langsung mengatakan bahwa gue bergolongan darah O, lalu gue bertanya kepadanya, “kenapa?”. Dia lalu menjawab, “adik temanku menderita kanker, dan butuh donor darah untuk operasi di keesokan harinya, dan dia butuh golongan darah O”. Dia nanya sama gue "apakah gue bisa menjadi donor bagi adik temannya itu. (dia telah terlebih dahulu mendonorkan darahnya)". Awalnya gue ragu, takut, namun juga penasaran, selama ini gue belum pernah mendonorkan darah baik di aksi donor darah maupun pada si pembutuh darah langsung. Namun gue penasaran dan akhirnya gue mendonorkan darah bagi adik temannya itu.
Sebelum gue berangkat dari kos, gue duduk sejenak dan berdoa kepadaNya. Gue tahu setiap darah yang mengalir dalam diri ini adalah dari Nya. Dangue gak mau keputusan ini berdasarkan ego doank, namun gue berdoa jika memang Tuhan mengijinkan biarlah Dia melancarkan segalanya.
Akhirnya gue pergi, tiba di RS Adam Malik, gue langsung ke ruang transfusi darah dan melakukan donor. Dalam keadaan di donor, teman gue banyak cerita tentang adik temannya itu, sungguh menyedihkan, kanker yang dahulu sempat hilang, namun kini kembali menggerogoti tubuhnya bahkan terancam diamputasi (bagian yang diamputasi adalah lengan kiri). Aku tidak bisa membayangkan kalo gue berada dalam posisi dirinya.
Saat itu waktu kira-kira menunjukkan pukul 01.00 WIB dan gue telah selesai menjalani proses tranfusi darah dan darah gue lolos uji lab PMI yang ada di RS tersebut.
Akhirnya gue pulang dan sampai dikos setelah itu tidur.
Tidak berselang lama dari waktu aku mendonorkan darah ku, sehabis dari tidur di pagi hari, gue nelepon nyokap, semula gue pikir orangtua gue bakal ngerespon baik, cerita tentang gue yang mendonorkan darah kepada seseorang. Tapi ternyata... gue dimarahin, gue dinasehati, donor darah hanya untuk orang-orang yang mengkonsumsi makanan bergizi, donor darah hanya untuk orang-orang yang berada, dan masih banyak lagi hal yang dibilang sama orang tua gue. Hati gue seketika itu juga mengecil, gue malu, gue gak tahu, apa gue yang salah, atau nyokap gue. Gue gak tahu apakah donor darah itu bukanlah hal yang sosial atau bukan.
Gue bingung, gue resah, bahkan gue sedikit marah atas tanggapan orang tua dan kakak-kakak gue karna saat itu gue juga disuruh untuk tidak melakukan donor darah lagi.
Saat itu, di dalam kebingunganku, bukan suatu kebetulan lagi gue belum bersaat teduh. Sebenarnya gue tidak mau bersaat teduh saat itu ketika mendengar orang yang paling gue pikir mengerti rasa berbagi ternyata mengsalahartikan donor darah yang gue lakuin. Namun karena kebingungan yang sangat hebat gue memutuskan untuk bersaat teduh. Sebelum gue membuka alkitab dan bahan saat teduh, gue berkata dalam hati “gue berjanji jika bahan saat teduh kali ini tentang menghormati orang tua, gue gak akan melakukan donor darah lagi”.
Aku berdoa....
Aku berdoa....
Dan aku membuka bahan saat teduh ku...
Dan ternyata....
TRANFUSI DARAH YESUS
Inilah judul bahan saat teduh gue saat itu, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tidak ada yang dapat terfikirkan lagi. Aku membaca ayat alkitab, aku membaca renungannya, dan gue renungi...
Tuhan Maha Tahu, dia mengerti apa yang ada di dalam kebingungan kita, datanglah padanya, dan minta jawaban dariNya, karena dia akan memberikan jawaban yang tidak akan anda pernah duga.
Dan satu hal yang sangat kurenungkan saat itu, gue bersalah karena tidak mengatakan pada si penerima darah, bahwa hanya Darah YESUS lah yang menyelamatkan dan memberi Hidup pada semua orang yang percaya bagiNya.
Sungguh suatu pengalaman yang tidak akan pernah gue lupakan. Didalam kebingungan Yesus tidak pernah melupakan hambaNya walau kita sering melupakannya.
Inilah judul bahan saat teduh gue saat itu, tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata dan tidak ada yang dapat terfikirkan lagi. Aku membaca ayat alkitab, aku membaca renungannya, dan gue renungi...
Tuhan Maha Tahu, dia mengerti apa yang ada di dalam kebingungan kita, datanglah padanya, dan minta jawaban dariNya, karena dia akan memberikan jawaban yang tidak akan anda pernah duga.
Dan satu hal yang sangat kurenungkan saat itu, gue bersalah karena tidak mengatakan pada si penerima darah, bahwa hanya Darah YESUS lah yang menyelamatkan dan memberi Hidup pada semua orang yang percaya bagiNya.
Sungguh suatu pengalaman yang tidak akan pernah gue lupakan. Didalam kebingungan Yesus tidak pernah melupakan hambaNya walau kita sering melupakannya.
Itu kisah disaat pertama kali gue melakukan donor darah. Hal terpenting lainnya adalah bahwa setiap detik ada orang yang sangat membutuhkan darah untuk sekedar menyambung nyawa lagi dan merasakan indhanya dunia ini.
Sadarilah, bahwa tidak semua orang dapat mengobankan dirinya untuk mendonorkan darah. Cuma modal berani kok, kita udah bisa memberikan peluang untuk nyawa seseorang. Mungkin banyak diantara kita yang belum merasakan urgentnya kebutuhan darah, tapi jangan tunggu sampe kita merasakan kesusahan mencari darah terlebih dahulu.
Donorkanlah Darahmu, percayalah tidak akan rugi bahkan sakit.
PMI berkata "Setetes darah menyelamatkan banyak jiwa"
Langganan:
Postingan (Atom)
