TEXAS
BROKEN HEART
“Hei Put, gimana si Andre, kok udah 2 tahun kalian jalan sama gak ada perkembangan? Lalap TTM, kaya gak ada lagi aja cowok didunia yang bisa kau jadikan pacar trus manja-manjakan kau” Sapa Rosa mendekati Putri yang sedang terdiam di tengah kelas.
“Kenapa nya kau? Macam disamber petir, datang-datang langsung cerewet macam inang-inang par cabe di pajak pagi” Jawab Putri menanggapi celotehan Rosa.
“Akh, kau pura-pura polos, muka tua aja pura-pura polos. Hahaha” Canda Rosa diiring tertawanya yang seperti Gondang Sembilan. :D
“Sial lah kau!!!”
“Serius aku nih, kaya mananya hubungan kalian? Kalo gak jelas, biar ku comblangkan kau sama kawan kita yang juragan angkot di terminal itu. Hahaha” Canda Rosa
“Kau pikirnya aku mau ngurusi angkot” Balas Putri dengan mukanya yang sudah mulai kesal.
“Hehehe, makanya kau jawab dulu serius pertayaanku!”
“Yah, hubunganku gak ada apa-apa. Kami hanya teman aja loh”
“Akh, memang gilak kalian, kami aja kawan-kawan kalian yang ngelihat kalian mikir macam suami-istri kalian. Sanggup pulak kau bilang gak ada apa-apa.”
“Kalo emang gak ada apa-apa, mau diapain coba?”
“Akh, yasudalah. Gak waras lagi ku tengok kalian. Hahaha” Kata Rosa yang kemudian dilanjutkan dengan kedatangan dosen ke dalam kelas.
Rosa dan Putri adalah teman dekat dikampus, kedekatan mereka bermula saat mereka bersama-sama dalam sebuah kelompok di Unit Kegiatan Mahasiswa. Hal-hal yang berkaitan dengan hubungan Putri dan Andre selalu dipermasalahkan oleh Rosa. Rosa sebagai teman dekat Putri merasa risih dengan kedekatan Putri dan Andre yang sudah 2 tahun dekat namun tidak memiliki hubungan yang pasti semisal PACAR.
Kegiatan kuliah telah selesai, dan seperti hari-hari sebelumnya Rosa ditinggal Putri pulang dari kampus karena tentu saja Putri pulang bersama Andre. Hal inillah yang membuat Rosa merasa kesal dengan hubungan Andre dan Putri.
“Put, kau pulang sama siapa?” Tanya Rosa ketika berjalan di koridor kampus bersama Putri.
“Itu aja kau tanya, pasti kau tahulah aku pulang sama siapa” Jawab Putri
“Sama sih Andre?”
“Ya iyalah, memang kau setiap hari pulang sendiri, minimal minta antar kawan, itupun kalo mau. Hahahaha” Ejek Putri sambil berlari meninggalkan Rosa.
“Eh Putri, sial kau tunggu aku!!!” Rosa pun mengejar Putri ke Parkira Motor.
Sesaat di Parkiran Motor…
“Hai Ndre, gak pernah absen yah pulang-pergi sama Putri” Kata Rosa
“Hehehe, iya Ros, kenapa?”
“Gapapa, Cuma tadi si Putri ngomongin kau aja”
“Memang kau ngomong apa Put?” Tanya Andre ke Putri yang menaruh curiga kepada Rosa.
”Akh, gak ada apa-apa kok. Ngarang aja nya si Rosa ini” jawab Putri sambil terheran-heran melihat Rosa
“Mana ada aku ngarang yah Put.” Kata Rosa sambil menunjuk Putri “Kau tahu ndre, tadi dia bilang kalo kau pulang bareng tukang ojeknya. Hahahaha” Lanjut Rosa sambil meninggalkan Putri dan Andre di parkiran motor.
“Rosaaaaaaaa!!!!! Awas kau yah” Teriak Putri yang kesal terhadap tuduhan Rosa. “ Jangan kau percaya ya Ndre, beneran gak ada aku ngomong gitu” Sambung Putri membela dirinya.
Kedekatan Andre dan Putri memang sudah sangat menggambarkan hubungan yang serius. Keberadaan Andre jarang sekali berbeda dengan keberadaan Putri. Bahkan, hanya Rumah dan Tempat Ibadah yang membedakan keberadaan mereka. Selain ke dua tempat tersebut bisa dipastikan Putri bersama-sama dengan Andre.
Entah mau dibilang apa hubungan Andre dan Putri ini, Teman tapi mesra sudah disandang mereka selama 2 tahun lebih. Orang tua Putri yang sudah mengetahui pribadi Andre sebagai teman cowok yang dekat dengan Putri atau sebaliknya tidak membuat hubungan mereka naik status menjadi PACARAN. Hanya mereka berdua yang tahu mengapa hubungan mereka tertahan di status TTM. Bahkan Rosa sang teman Putri tidak pernah mengetahuinya maksud dan tujuan Andre serta Putri.
“Eh Put, teman-teman mulai membicarakan hubungan kalian loh” Kata Rosa yang tiba-tiba menghampiri Putri di halaman Kampus.
“Kau Ros, pagi-pagi sudah gosip aja” Balas Putri.
“Yeh, bukan gosip ini, kau tahulah wartawan infotaiment di kampus ini banyak kali. Aku-aku aja terus yang jadi sasaran wartawan untuk jadi narassumber hubungan kalian dua”
“Trus apa kau bilang sama mereka?”
“Yah gak ada, aku bilang lah aku juga gatahu kek mana sebenernya hubungan kalian dua”
“Baguslah kalo gitu” Jawab Putri yang kemudian mengambil tempat duduk di kelas. “Lagian mereka pun ada-ada aja, lalap nanya hubungan ku sama sih Andre”
“eh, bukannya gitu. Satu kampus ini, Cuma kalian dua yang punya hubungan dengan status TTM selama lebih dari 2 tahun.”
“Terus kenapa rupanya kalo kami TTM?” Tanya Putri ke Rosa menantang.
“Gak enaklah dilihat orang. Kalian mesra-mesraan, sering jalan bareng, tak terpisahkan tapi cuma TTM. Pasti ka nada yang mikir kalo kalian saling memanfaatkan satu sama lain.” Kata Rosa menjawab Putri “Apalagi kalian saling marah kalo ada diantara kalian dekat dengan cowok/cewek lain. Kau aja suka marah sama sih Andre kalo dekat sama kami teman-teman cewek kampusnya, padahal teman kau juganya kami” Lanjut Rosa panjang lebar.
“Akh, udahlah, bawel kali kau memang, cocok kau jualan di pajak pagi sana” Jawab Putri menutup percakapan mereka.
Hubungan TTM antara Andre dan Putri memang tidak mungkin semulus Jalan Tol saat musim mudik tiba. Terkadang atau juga bisa dibilang sering terjadi masalah diantara mereka berdua. Salah satunya seperti yang dibilang Rosa bahwa baik Andre maupun Putri akan merasa cemburu jika ada yang dekat dengan Andre maupun Putri meskipun itu teman mereka sendiri.
Suatu saat ketika beberapa hari Putri tidak selalu bersama dengan Andre. Andre merasakan kebingungan dengan perubahan sikap Putri. Ia kemudian menanyakan kepada Rosa teman dekat Putri tentang kesibukan yang dimiliki Putri sehingga sulit dihubungi.
“Hai, Ros, si Putri lagi ada kesibukan ya? Atau sakit?” Tanya Andre kepada Rosa yang sedang bersama teman-temannya.
“Woooy, sih Andre kehilangan Cinderella nya!!! Hahahaha” Teriak Rosa meledek pertanyaan Andre.
“Alamak, Parbada kali lah kau memang ya Ros. Nanya baik-baik aku nih”
“Hehehe, jangan marah donk Pangeran. Jadi takut nih Upik Abu. Hahaha”
“Seriuslah Ros, kalo gak bisa lagi kau serius, biar pergi aku”
“Omaaak, Pangeran kita ngambek wooy!!! Hahaha” Ledek Rosa lagi.
Mendengar ledekan Rosa yang kesekian kalinya. Akhirnya Andre bangkit dari tempat duduknya dan mencoba meninggalkan Rosa serta teman-temannya. Namun seketika itu juga Rosa meraih tangan Andre dan menahannya untuk pergi.
“Ndre, tunggulah dulu, gak asik kali lah kau. Macem ditinggal pergi ke Luar Negeri kau sama si Putri, jadi ALS kaya gitu”
“Cepatlah ceritakan sama ku, kek mana si Putri?”
“Sebenernya aku juga gak tahu sih Ndre, memang akhir-akhir ini dia jarang kumpul sama kami. Pulang kuliah langsung pulang dia, udah gitu dia bawa kendaraan sendiri pulak”
“Oh jadi dia akhir-akhir ini bawa kendaraan sendiri, pantaslah gak pernah bareng pergi-pulang sama aku lagi”
“Ia ndre, terkadang malah Cuma bawa helm doank”
“Helm doank? Pergi sama siapa dia bawa helm doank ke kampus?”
“Entahlah Ndre, mana aku tahu. Bukan aku pulak helmnya dia. Hehehe”
“Ah, kau lah memang. Yaudalah ya, makasih kalo gitu. Pergi lah aku dulu yah.”
“Oke pangeran…..” Ledek Rosa yang mengiringi langkah kesal Andre.
Di hari yang sama, malam harinya, Rosa beserta teman-temannya pergi ke Texas Chicken dekat kampusnya untuk mengerjakan tugas kelompok.
“Weh, matilah kita, lihat ada si Putri bareng anak kampus sebelah” Bisik Rosa kepada teman-temannya.
“Issh, matilah kita weh, mana si Andre mau datang lagi” Sambung teman Rosa
“SMS dulu si Andre itu supaya gak usah datang dia ke sini, biar kita aja yang kerjakan” Lanjut Putri
“Udah terlanjur weh, udah di jalan dia, udah mau nyampek pun”
Putri menyadari keberadaan teman-temannya dan mencoba menghampiri Rosa serta teman-temannya untuk sekedar basa-basi. Setelah Putri kembali pada tempat duduknya semula bersama anak Cowok kampus sebelah sesaat kemudian tibalah sih Andre, dan matanya dengan cepat memandang ke arah kursi Putri dan teman cowoknya.
“Kampretlah lah!!!” Cetus Andre yang kira-kira volume suaranya terdengar sampai di kursi Putri.
Rosa menghampiri Andre dan mencoba membawanya keluar dari Texas Chicken.
“Udah kau pulang aja sana, gak usah sok jagoan kali bikin rebut disini”
“Siapa yang mau bikin rebut, mau ku salam dulu cowok itu”
“Udahlah gak usah, mau pulang kita pun ini”
Rosa dan teman-temannya serta Andre saat itu juga pergi dan meninggalkan Texas Chicken.
Keesokan harinya Putri menjumpai Andre di kampus dengan merasa bersalah.
“Ndre, maaf yah kemarin itu Cuma minta bantuin kerjain tugas doank kok”
“Oh, sampe beberapa hari yah ngerjain tugasnya dan menyita waktu serta komunikasi?”
“Bukan gitu, ini tugasnya kan susah. Kalian aja harus ngerjain bareng-bareng kan. Kelompok ku gak ada yang bisa diajak diskusi makanya aku minta ajarin dia.”
“Harus sama dia?”
“Judulku kan berhubungan sama jurusan dia”
“Oh, okelah alasan diterima”
“Jadi gak marah kau kan ndre?”
“Enggak, asalkan!” Jawab Andre dengan mata yang menggoda
“Asalkan apa?”
“Asalkan kau mau menjadi Pacarku!” Tembak Andre kepada Putri
Seketika itu juga Andre menyatakan keinginannya agar Putri menjadi pacarnya. Niat dan kesempatan sepertinya bersatu saat itu sehingga mendukung Andre untuk menyatakan keinginannya. Sesaat itu juga….
“Cieeeeee, terima!!! terima!!! Terima!!!” Teriak Rosa dan teman-temannya meledek Putrid dan Andre.
Putri tersipu malu dan dengan segala kepolosannya dia mengeluarkan sekuat mungkin tenaga untuk mengatakan.
“Aku mau menjadi pacar kamu” <3 <3 <3
