SAHABAT MERDEKA
“Kalian
tahu gak, ada 1 persahabatan yang sulit ditemukan di dunia ini?” Tanya Bimo
kepada sahabat-sahabatnya yang seketika itu juga memecahkan keheningan malam
tahun baru di rumah Doni.
Doni, Liem, Putu, Bimo, dan
Catherine adalah 5 remaja yang bersahabat sejak mereka SMP di salah satu
Sekolah swasta yang ada di Kota Jakarta. Sebenarnya mereka sejak SD telah lama
saling mengenal, sebab mulai SD sampai saat ini kelas 3 SMA mereka berada pada
satu sekolah yang menyediakan pendidikan dari SD sampai SMA. Saat SMP barulah
mereka menjalin dan membangun persahabatan anak remaja yang selalu diwarnai
pertengkaran namun juga menghadirkan kebersamaan yang sangat berarti.
“Tahu
gak yaa?” celetuk Doni yang disambut tawa oleh teman-temannya ‘Hahahaha”. Bimo
menahan senyumnya dan melanjutkan pertanyaannya “Ah, rese lo. Serius nih,
kalian tahu gak?”. Catherine akhirnya merespon pertanyaan Bimo “ia deh, emang
apa ?”. Bimo lalu mencolek dagu Catherine dan berkata “gitu donk, hehe”. Reaksi
genit Bimo langsung dipatahkan oleh Putu “eh, tadi lo bilang serius, kenapa
jadi genit gitu? Cepetan deh lo cerita apa yang lo tahu tentang pertanyaan lo?”.
Bimo pun menjelaskan “Nah, begini. Persahabatan yang sulit ditemukan di dunia
ini adalah persahabat yang kaya kita ini. Persahabatan lintas SARA
meeennnn...”. Sahabat-sahabat Bimo yang mendengarkan serentak berkata
“oooohhhh...” yang dilanjutkan dengan ketawa kecil.
Lima remaja ini memiliki keberagaman
dalam membangun persahabatan mereka. Doni adalah anak dari seorang Haji dan
Saudagar asal Makassar, Liem adalah Putra keturunan Tiongkok-Budha namun tetap
cinta Indonesia, Putu adalah anak yang lahir di Bali namun pindah dan menetap
di Jakarta mengikuti kedua orangtuanya, Bimo adalah anak seorang Pemilik Toko
Rohani, dan Catherine adalah Putri Khatolik Jawa nan cantik rupawan. Entah
bagaimana mereka dapat bersama menjalin persahabatan yang sampai saat ini masih
bertahan bahkan telah sampai pada usia lima tahun terhitung sejak kelas 1 SMP.
Bimo melanjutkan percakapan diantara
mereka “Begini, kalian masih inget gak saat kita bikin ketupat lebaran bareng
di rumah Doni tapi yang ada ketupatnya malah mentah dan gak mateng”. Putu
melanjutkan perkataan Doni “Ia,ia, w inget dan saat itu kita buang ketupat yang
gak mateng itu supaya gak ketahuan sama orang tua Doni. Ia kan?”. Liem pun
mengikuti alur percakapan sambil menujuk kepada Putu “hahaha, iya itu lucu
banget. Kalian inget juga gak waktu 2 tahun lalu saat dia berusaha memasang
Bintang di atas pohon Natal rumah Bimo tapi dia malah jatuh”. Bimo menyahut
cerita Liem “Hahahaha, sumpah itu kasihan banget. Untung aja Pohon Natal w gak
ikutan jatuh, kalo enggak kita harus susun ulang. Hahaha”. Putu yang merasa
tersinggung kemudian membela diri “Lagian bangkunya kurang memadai untuk dinaiki
sih”. Namun yang lainnya justru mengejek dan berkata dengan kompak “Itu sih
derita lo!!!! Hahahaa”
Malam tahun baru larut dalam suka,
tawa, dan canda diantara 5 sahabat ini. Cerita demi cerita yang kocak dan
mengelitik mengenang persahabatan mereka selama ini terus mengalir dari satu
orang ke orang lainnya. Maklum saja, baru dimalam tahun baru ini mereka
diperbolehkan oleh kedua orangtua mereka untuk dapat menghabiskan satu malam
pergantian tahun itupun karena disalah satu rumah mereka. Sebelum mereka menutup
mata sampai pagi tiba, Bimo menutup percakapan mereka “Sekarang kalian tahu
kan, kenapa persahabatan kita ini w bilang sebagai persahabatan yang sulit
ditemukan di Dunia” Doni kemudian menambahkan “Iya, persahabatan kita seperti
sebuah cerita Novel yang sepertinya tidak akan pernah terwujud sampai w bisa
menghitung jumlah rambut yang ada di kepala w” sontak mereka pun tertawa
“Hahahahaha”. Sambil menatap ke langit, mereka pun tertidur. Sebelum Bimo
menutup matanya, dia sempat berkata kecil “Biarpun ini seperti khayalan, semoga
kita dapat membuka mata dunia”.
Kelas 3 SMA menjadi sebuah tingkatan
pendidikan yang sangat menakutkan bagi sebagian Pelajar yang ada di Indonesia
begitu juga dengan Doni, Putu, Liem, Bimo,
dan Catrherine. Yah, di kelas 3 SMA ini, pelajar akan melewati masa-masa
menakutkan yang bernama Ujian Akhir Nasional atau yang biasa dikenal dengan
UAN. Sedikit banyak UAN saat ini sudah cukup meringankan para pelajar. Namun
tetap saja UAN menjadi momok bagi sebagian Pelajar yang tidak memiliki mental
cukup baik untuk melewatinya.
Hanya
kurang lebih 1 bulan lagi Doni, Putu, Bimo, Liem, dan Catherine akan menghadapi
Ujian Akhir Nasional. Putu merupakan siswa yang lebih kreatif dibandingkan
dengan ke 4 temannya namun tidak semua mata pelajaran yang diUAN kan dikuasai
dengan baik oleh Putu. Hal inilah yang membuat Putu paling khawatir
dibandingkan dengan ke4 temannya.
“Kurang
dari 1 bulan lagi nih...” kata Catherine membuka percakapan diantara mereka
seusai mengikuti pelajaran tambahan sebagai persiapan siswa untuk menghadapi
UAN. “Gimana, kalian udah siap kan?” lanjutnya. “Kalo w sih udah, kalian tahu
sendiri nilai Try Out w selalu bagus. Hehehe” kata Bimo menjawab pertanyaan
Catherine. “Ah, sombong lo! W doain Kualaaaaa....” sahut Doni menanggapi
jawaban Bimo yang langsung dipotong oleh Putu “usssttt, gak boleh doain temen
kualat. Kita itu harus saling dukung men. Jujur aja w masih khawatir nih”. “Lo
khawatir kenapa Put? Mata pelajaran apa yang kayanya lo kurang yakin?” Tanya
Liem kepada Putu. “Ia, Biologi kayanya masih membuat w muter-muter di hapalan
yang itu-itu aja. Kimia juga agak ragu w” Jawab Putu kepada Liem. “Yaudah gini
aja, gimana kalo kita tambahin jam belajar kita di rumah. Kita belajar bareng
supaya bisa berdiskusi, berdiskusi menambah keseruan dalam belajar dan
menambahkan daya ingat kita loh” Liem kemudian memberikan solusi yang kemudian
disetujui oleh teman-temannya.
Waktu
terus berlalu dan tibalah saat Ujian Akhir Nasional dimulai. Ke 5 sahabat ini
pergi secara bersama-sama menuju sekolah. Setibanya di sekolah mereka berkumpul
dahulu sebelum memasuki ruangan ujian. “w gak tahu gimana perasaan kita
masing-masing. Supaya kita bisa lebih rileks mengerjakan soal, alangkah lebih
baiknya kita berdoa bersama terlebih dahulu. Kita doain supaya setiap dari kita
dapat mengerjakan soal-soal UAN dengan lancar” Kata Doni memulai pembicaraan
diantara mereka. “iya betul banget kita harus satukan doa kita supaya kita dan
teman-teman kita yang lain di SMA ini bisa lulus 100%” Lanjut Bimo. “Oke, sekarang
mari kita berdoa sesuai dengan Agama kita masing-masing. Berdoa dimulai” kata
Doni. Mereka kemudian berdoa dengan Agama mereka masing-masing. “berdoa
selesai” Doni pun mengakhirinya.
Keadaan
menjadi sangat mengkhawatirkan saat Ujian Akhir Nasional mata pelajaran
Biologi, saat itu Liem yang 1 ruangan dengan Putu melihat Putu begitu khawatir
dalam membaca soal-soal Mata Pelajaran Biologi. Putu tidak bisa diam, kepalanya
terus memperhatikan sekitar dan melihat waktu di jam tangannya. Mukanya
berkeringat yang menunjukkan dia mendapatkan masalah dalam mengerjakan
soal-soal Biologi. Putu akhirnya meminta izin kepada pengawas untuk ke Kamar
Mandi. Mungkin Putu ingin menenangkan dirinya disana. Liem yang melihat
temannya itu hanya berharap diskusi tambahan yang dilakukan kurang dari 2
minggu dapat membantu nilai Biologi Putu minimal di angka standard kelulusan.
Mereka
telah melewati masa-masa menegangkan dalam Ujian Akhir Nasionaldan kemudian
Ujian Akhir Sekolah. Pengumuman kelulusan pun tiba....
Mereka
Lulus! Sekolah mereka lulus 100%. Mereka menyambut dengan kegembiraan dan keceriaan. Namun ada hal lain
yang membuat mereka tidak dapat berlama-lama larut dalam kegembiraan. Yah,
Pendidikan lanjut. Sebuah keputusan berat yang harus mereka ambil untuk
menentukan masa depan mereka. Doni direncanakan oleh ayahnya untuk mengambil
Pendidikan di Mesir sedangkan Catherine ke Tanah Eropa, Bimo harus mengikuti
jejak ayahnya dan juga memang cita-citanya untuk sekolah di Pelayaran, Putu
sepertinya harus kembali ke Bali untuk menepuh studinya di salah satu Perguruan
Tinggi Negeri disana, terakhir Liem tetap di Jakarta dan mengambil pendidikan
Bisnis di Universitas Swasta.
Situasi ini membuat mereka beberapa
hari tidak bertemu. Memikirkan bagaimana kehidupan bersosialisasi yang akan
mereka lanjutakan tanpa persahabatan yang telah mereka jalani selama ini.
Persahabatan yang mereka bangun telah membuat pemikiran lintas perbedaan yang
sangat kuat dalam pribadi mereka masing-masing. Sehingga membuat Doni dan
Catherine bertanya-tanya dalam hati apakah mereka dapat menyesuaikan diri
dengan baik di lingkungan yang sangat berbeda dengan Negara yang ia cintai ini.
Keputusan akan sebuah masa depan yang mungkin bagi sebagian orang memang mudah
tapi bagi mereka terpisahkan bertahun-tahun lamanya dengan sahabat adalah suatu
keputusan yang sangat sulit. Tetapi memang cita-cita lah yang terutama sambil
berharap suatu saat waktu membuat mereka kembali bersama.
Putu mempunyai ide kreatif untuk
membuat perpisahan diantara mereka menjadi lebih berkesan agar terus terkenang
dalam memori mereka. Putu berinisiatif untuk mengajak mereka mendaki Gunung
Salak yang terdapat di Kabupaten Bogor. Gunung salak tidak relatif tinggi hanya
2.221 m dpl sehingga layak untuk didaki oleh remaja seperti mereka. Meski
tergolong sebagai gunung yang rendah, akan tetapi memiliki tingkat kesulitan
cukup tinggi, baik karena karakteristik vegetasi maupun medannya. Sehingga
untuk mendapatkan tingkat keamanan yang lebih tinggi maka Putu memutuskan untuk
melalui jalur yang paling banyak dilalui, Curugnangka yakni sisi utara gunung
yang akan sampai pada Puncak Salak II. Kira-kira begitulah informasi yang
diperoleh Putu mengenai Gunung Salak dari internet.
Putu kemudian memberitahu rencana
ini kepada Doni, Bimo, Liem, dan Catherine. Pucuk dicinta ulam pun tiba, mereka
semua setuju atas ide Putu. Rencana pendakian pun dipersiapkan dengan matang
agar pada tanggal 17 Agustus mereka dapat bersama-sama mengibarkan Bendera Sang
Saka Merah Putih di atas puncak Gunung Salak. Tidak lupa mereka meminta izin
kepada kedua orang tua mereka. Ada yang mudah mendapatkan izin namun juga ada
yang harus bersusah payah menjelaskan kepada kedua orang tua meraka.
Waktu pendakian pun tiba, mereka
sudah tiba di kaki Gunung Salak, Curugnangka tanggal 17 subuh kira-kira pukul 1
pagi. Mereka beristirahat di Pos Curugnangka menunggu langit agak terang
sehingga perjalanan mereka dapat lebih aman. Waktu menunjukkan pukul 04.30 WIB
mereka lalu memutuskan untuk berangkat ke atas Puncak Gunung Salak. Kebetulan pada
saat itu ada rombongan pendaki lain yang mendaki bersamaan dengan mereka.
Setidaknya ini membuat mereka lebih aman karena tak ada satupun dari mereka
yang pernah mendaki Gunung Salak.
Perjalanan dari kaki gunung
Curugnangka sampai kepada pos 3 masih aman terkendali mereka lalui. Perjalanan
yang serius namun sesekali mereka bergurau dan bercanda bahkan ada saja yang
menakut-nakuti Catherine dalam perjalanan. Ketika ada medan yang sulit dilalui,
mereka saling membantu bahkan tak jarang rombongan pendaki lain turut membantu
perjalanan mereka berlima. Ketika rombongan pendaki lain beristirahat, mereka
pun ikuit beristirahat. Dalam peristirahatan yang sejenak itu mereka berkenalan
dengan rombongan lain dan mengobrol membangun sebuah komunikasi yang hangat diantara
para pendaki dan pencinta alam. Saling berbagi bekal pendakian adalah suatu hal
yang lumrah dikalangan pendaki. Selesai beristirahat perjalanan pun
dilanjutkan. Meter demi meter pendakian mereka lalui, hingga sesaat setelah
melewati Pos ke 5 dan hampir sampai di puncak Catherine terjatuh.
“Aaaaarrggghh”
teriak Catherine yang salah langkah pada saat melewati track yang agak sulit.
“tolong.tolong” Putu kemudian memanggil rombongan lain untuk turut membantu
Catherine. Catherine lalu disandarkan ke batang pohon dan kakinya mendapatkan
pertolongan pertama. Salah satu dari rombongan lain yang mengerti tentang P3K
pada jalur pendakian memeriksa kaki Catherine. Untunglah kakiknya tidak begitu
parah, hanya keseleo sedikit dan cukup diberi penahan serta perban untuk dapat
membantunya menahan sakit hingga tiba di atas puncak. Perjalanan dilanjutkan
dan Catherine dibantu oleh Bimo untuk sampai ke Puncak Salak II.
Mereka
tiba di Puncak Salak II dan sesaat setelah beristirahat sejenak, mereka
melakukan seremoni pengibaran bendera sederhana. Ketika tiang dan bendera telah
terpasang dan terpancang, mereka kemudian menyanyikan lagu Kemerdekaan RI
sambil melakukan horrmat kepada Bendera Merah Putih.
“eh,eh
putar lagu Indonesia Pusaka donk. Biar lebih berasa terharunya” canda Bimo
kepada teman-temannya. “ia,ia, bener banget, biar kaya di film-film. Hahaha”
sahut Doni menyambung pernyataan Bimo. “Lagu Indonesia Pusaka menggetarkan jiwa
banget meen, terbakar nasionalisme w kalo denger lagu itu” lanjut Liem
menimpali kedua perkataan temannya. Lagu Indonesia Pusaka pun diputar melalui
gadget Putu, sambil tangan yang masih hormat kepada bendera, mulut mereka pun
ikut menyanyikan lirik demi lirik lagu Indonesia Pusaka.
Setelah
selesai melakukan ritual, mereka ke pinggir puncak Gn.Salak dan mulai menatapi
pemandangan dari atas puncak. “Gokil men, merinding gue.” Kata Bimo yang masih
terbakar nasionalismenya. “Elo merinding banget pasti karena elo tinggal di
Indonesia bim” Sahut Catherine. Tak mau kalah dengan Catherine, Putu pun menambahkan
“Indonesia, Negeri dengan sejuta pesona ini dianugerahkan juga oleh Tuhan
sejuta suku, ras, agama, dan adat istiadat. Dan yang buat elo merinding adalah
perasaan terharu loh dimana elo punya jiwa nasionalisme yang tinggi sedangkan
banyak orang di luar sana yang terus membangkitkan api amarah”.
“Kita sebagai pemuda dan pemudi Indonesia harus
punya tekad untuk memperbaiki mental bangsa kita bro. Persahabatan kita harus
jadi bukti bahwa tidak ada yang mustahil dalam membangun toleransi umat
beragama. Kalo kita semua udah selesai dengan urusan studi atau pekerjaan
masing-masing jangan lupa untuk berbakti dan mengabdi bagi bangsa dan negara
kita...... Indonesia” Setelah Liem berkata, mereka kemudian bersama mengepalkan
tangan dan menyatukannya kemudian melemparkan kepalan tangan sambil berteriak
“Merdekaaaaaaa”
Perbedaan
bukanlah hal yang ditakuti...
Perbedaan
bukanlah hal yang dikutuki...
Perbedaan
bukanlah hal yang dicemari...
Perbedaan
bukanlah hal yang disangsikan...
Perbedaan
adalah Anugerah
Anugerah
adalah Kebahagiaan
Kebahagiaan
adalah Kedamaian
Kedamaian
adalah Indonesia...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar